AS Alihkan 2 Kapal Komersial Coba Terobos Blokade Iran

Komando Pusat Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa pasukannya telah mengalihkan dua kapal komersial sejak blokade laut terhadap Iran dilanjutkan. AS mengatakan kedua kapal komersial itu mencoba menerobos blokade AS.
"Sejak dimulainya kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran 17 jam yang lalu, pasukan AS telah mengalihkan dua kapal komersial yang mencoba menerobos blokade," kata CENTCOM dilansir Anadolu Agency, Rabu .
"Militer AS tetap waspada dan siap untuk memastikan kepatuhan penuh," tambahnya.
Pengumuman ini menyusul peluncuran serangan baru CENTCOM terhadap target Iran, yang menurut militer bertujuan untuk mengurangi kemampuan yang digunakan Iran untuk menyerang pengiriman komersial di Selat Hormuz.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menuduh Iran sengaja menargetkan warga sipil dan pengiriman komersial di seluruh Timur Tengah.
"Selama tujuh hari terakhir, Iran secara sengaja menargetkan warga sipil di seluruh wilayah dengan menyerang tujuh kapal komersial, mengakibatkan hampir selusin awak kapal sipil tewas, hilang, atau terluka," kata Cooper.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, memperingatkan bahwa AS akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan minggu depan kecuali Teheran kembali ke meja perundingan.
Sebelumnya: Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
Selanjutnya: PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi atas Dugaan Penghinaan
Artikel Terkait
- Kronologi Bentrokan Pemuda di Kebumen dan Kebakaran Gudang J&T
- Indonesia Tambah 3 Negara Bebas Visa Kunjungan, Apa Saja?
- Promo FamilyMart 18 Juli 2026, Beli Menu Ayam Tambah Rp 2.000 Dapat Pristine
- Melihat Messi Ongkang-ongkang Kaki Jelang Final Piala Dunia 2026
- 90 Apartemen Benny Tjokro Dilelang Senilai Rp 219,7 Miliar, Ada Private Lift
- Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong
- PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi
- Pigai Usul RUU Masyarakat Adat Tidak Dibenturkan dengan UU Kehutanan
