Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menemui anak pengetik naskah proklamasi Sayuti Melik, Heru Baskoro di Bekasi. Pertemuan itu untuk memberikan pendampingan kepada Heru dan istri yang sebelumnya hidup terlunta-lunta di rumah kontrakan.
Kini, Heru yang berstatus anak kandung Sayuti Melik dan tokoh pers SK Trimurti telah dievakuasi dari rumah kontrakan di Rawalumbu, Kota Bekasi sejak Senin lalu ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur , Kota Bekasi untuk mendapat bantuan residensial, rehabilitasi medis dan psikososial.
Wamensos Agus Jabo Priyono juga sempat berbincang langsung dengan Heru dan sang istri, Treyzia Noviani di depan teras STPL.
"Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga," ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Kamis .
Kebutuhan sehari-hari pasangan suami istri ini juga akan dipenuhi. Dia pun sempat mengecek langsung layanan STPL kepada pasutri tersebut.
"Sementara disini nyaman?" tanya Agus Jabo.
"Nyaman, Senang," ucap Treyzia.
"Pak Heru juga senang di sini?" tanya Agus Jabo.
"Senang," ucap Heru.
Agus Jabo juga memberi motivasi dan semangat kepada Heru dan istri bahwa Kemensos akan menjadi jembatan bagi pihak terkait lainnya serta pihak keluarga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Heru.
Hidup Heru sebelumnya tergolong sangat cukup karena sejak tahun 2003 hingga 2024, ia dan istrinya tinggal di negara Kanada. Sehari-hari ia mencukupi kebutuhannya dengan bekerja sebagai senior analis dengan status permanen residen.
Roda kehidupannya berputar sejak memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada 2024 lalu. Heru mengalami masalah di mata kanannya sehingga mengalami penurunan penglihatan dan sempat bolak balik Indonesia-Kanada untuk berobat. Setelah berjalan enam bulan berada di Indonesia, dana pensiun milik Heru tidak dapat dibayarkan kembali. Hal ini membuat Heru dan istri mengalami masalah finansial dan menjual semua asetnya.
Mencermati hal tadi, Kemensos akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kemenlu, KBRI dan Kemenkes terkait dana pensiun milik Heru dan perawatan kesehatannya karena ia perlu menjalani operasi kornea mata. Hal ini dikatakan saat Wakil Menteri Agus Jabo Priyono mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi langsung Heru di pusat rehabilitasi STPL Bekasi.
"Tetapi apapun nanti Kemensos akan berdiskusi dengan Kementerian terkait, termasuk dengan keluarga, kira-kira nanti jalan terbaiknya seperti apa. Apakah Kemenlu nanti melalui KBRI juga akan melakukan pengecekan apakah uang pensiunnya juga masih bisa dicairkan," tambah Agus Jabo.
Menurutnya, jika dapat diurus tanpa harus kembali ke Kanada akan lebih bagi kesehatan Heru.
Ia juga mengatakan semua masih menunggu hasil koordinasi antar pemerintah dan juga keluarga untuk menentukan langkah-langkah terbaik selanjutnya dalam penanganan Heru dan istri.
Dini, salah satu perwakilan keluarga Heru mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas cepat tanggap dan perhatiannya kepada keluarga.
"Terima kasih perhatiannya kepada kami," tutup Dini.
Sebelumnya: Pasar Kendaraan Listrik Diklaim Tumbuh, BYD Tambah Jaringan Diler di Jawa Barat
Selanjutnya: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Malaysia dan Vietnam, 4 Orang Tewas
Artikel Terkait
- Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan
- Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
- Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga
- Perbankan dapat Kucuran Dana SAL, Mengapa Kredit UMKM Masih Lesu?
- Pigai Bantah Pernah Minta Masyarakat Belanja Rp 1 Juta per Bulan di Kopdes
- Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
- Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
- Prakiraan Cuaca BMKG: 7 Provinsi Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Besok 16 Juli 2026
