Sembilan Kabupaten di Sumsel Siaga Karhutla, Musi Rawas Terbaru

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak sembilan kabupaten di wilayah tersebut telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan Kabupaten Musi Rawas menjadi daerah terbaru yang menetapkan status siaga karhutla. Penetapan tersebut dilakukan melalui surat keputusan bupati yang berlaku hingga November 2026.
"Dengan penetapan Musi Rawas, saat ini sudah sembilan daerah yang menetapkan status siaga," kata Sudirman di Palembang, Rabu (15/7/2026) dikutip dari Antara.
Mengapa status siaga karhutla ditetapkan?
Penetapan status siaga darurat karhutla bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Dengan adanya status ini, pemerintah daerah memiliki dasar hukum untuk:
Mengoptimalkan upaya pencegahanMengalokasikan sumber daya secara lebih cepatMeningkatkan koordinasi lintas instansiMelakukan respons darurat jika terjadi kebakaranLangkah ini dinilai penting mengingat tren peningkatan titik panas (hotspot) seiring menurunnya curah hujan.
Kabupaten mana saja yang telah menetapkan status siaga?
Hingga pertengahan Juli 2026, terdapat sembilan kabupaten di Sumatera Selatan yang telah menetapkan status siaga karhutla, yaitu:
Muara EnimBanyuasinMusi BanyuasinOgan IlirOgan Komering IlirPenukal Abab Lematang Ilir (PALI)Ogan Komering Ulu (OKU)Musi Rawas Utara. (Muratara)Musi RawasPenambahan Musi Rawas sebagai daerah siaga menunjukkan bahwa potensi karhutla semakin meluas dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Bagaimana kondisi karhutla di Musi Rawas?
BPBD Sumatera Selatan mencatat Kabupaten Musi Rawas mengalami sembilan kejadian karhutla sepanjang tahun 2026.
Sebaran kejadian tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Rinciannya meliputi:
Kecamatan Muara Kelingi: 4 kejadianKecamatan BTS Ulu: 2 kejadianKecamatan Muara Lakitan: 1 kejadianKecamatan Tuah Negeri: 1 kejadianKecamatan STL Ulu Terawas: 1 kejadian.Berdasarkan jumlah tersebut, Musi Rawas masuk dalam kategori zona kuning, yaitu wilayah dengan satu hingga 15 kejadian karhutla.
Selain itu, dari Januari hingga pertengahan Juli 2026, terdeteksi sebanyak 185 titik panas di wilayah tersebut. Jumlah ini menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai.
BPBD memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sehingga potensi kebakaran diprediksi meningkat pada periode tersebut.
BPBD Sumatera Selatan mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla secara terpadu.
Sebelumnya: Misteri Warga Madiun Hilang di Korea Selatan, Berawal dari Pamit Pergi ke Surabaya
Selanjutnya: Tak Dikasih Rp 300.000, Anggota Satpol PP Ambil Iuran Ngaji Siswa Pecahan Rp 2.000 di Jakut
Artikel Terkait
- Dilaporkan 11 Juli, Admin TheKerupuk Jadi Tersangka Empat Hari Kemudian, LBH Soroti Prosesnya
- Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal
- Dugaan Penipuan Pengadaan 13 Ton Melon dan 2.950 Nanas Program MBG, Polisi: Pemilik Dapur Juga Korban
- Tak Cuma Himpun Dana, Buyback Kini Jadi Kunci Crowdfunding
- Tri Tito Karnavian Ajak Pengurus & Kader TP PKK Perkuat 10 Program Pokok
- The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
- Darurat Emisi, Denpasar Belajar dari Jakarta Demi Selamatkan Ekologi
- Gunung Anak Krakatau Mereda tapi Masih Siaga, Erupsi Terakhir 11 Juli 2026
